#Etika Profesi
Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan isu-isu terkini terhadap perkembangan profesi di bidang IT berdasarkan horizon waktu.
Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan isu-isu terkini terhadap perkembangan profesi di bidang IT berdasarkan horizon waktu.
Teknologi informasi adalah teknologi
yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.
Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi
sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru
yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga
sering di sebut sebagai Teknologi Informasi yang dibuat untuk membantu
menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat.
I.
Pemanfaatan Perkembangan Teknologi Informasi
Pemanfaatan teknologi informasi pun
dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat
menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja
pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang
cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat
hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih
effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.
Setelah dirasakan bahwa teknologi
Informasi dapat menggantikan cara konventional, orang mulai melihat kelebihan
lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik
(e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik,
dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan
kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi
mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis.
Misalnya perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan
menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan
ruang.
Teknologi Informasi dapat
dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang
pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan sosial.
Dampak
Teknologi Informasi Sosial & Psikologis
1. Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas
atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya.
Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya
seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan
tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress
dengan bermain gamesyang ada.
Solusi
:
Ketergantungan dapat ditanggulangi
atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari lingkungan dan orang-orang
sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan menawarkan
kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan oleh komputer. Serta
memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan
diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih
sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.
2.
Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak
ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas,
maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual
situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman
dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif
antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak
muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan
pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di
mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan
kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata
sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki
kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku
agresif
dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk
bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan
Solusi
:
Dampak negatif tersebut dapat
diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua. Pertama-tama,
orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan
orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan
manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat
mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada
anak-anaknya. Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk melindungi
‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat
memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang
keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal
dalam penggunaan komputer.
3.
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa
internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan
penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu
banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak
terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal
yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa
mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya,
ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya.
Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan
dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.
Solusi
:
Solusi
untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan
solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam
hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet
pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula
mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus
dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada
anak-anaknya.
4.
Antisocial Behavior
Salah satu dampak yang dapat
ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana
pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan
cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak
peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik
perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang
berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal
dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan
sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya.
Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang
sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan
tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.
Solusi
:
Antisocial behavior dapat
ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk
dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan
keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama
teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan
sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.
b.
Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan
1. Malas belajar dan mengerjakan tugas
Penggunaaan komputer juga
menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak
yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka
menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau
belajar.
Solusi
:
Solusi untuk meminimalisasi dampak
negatif tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta orang tua dalam
memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar dan
bermain. Sehingga bila anak-anak dirasa sudah berlebihan dalam menggunakan
komputer orang tua bisa segera membatasi dan mencegah terjadinya
ketergantungan.
2.
Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktian yang
diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat
seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara
manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami perubahan tulisan,
dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan
sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis
secara manual.
Solusi
:
Solusi untuk meminimalisasi dampak
negatif tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara penggunaan tulisan manual
dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya mengandalkan komputer
untuk membuat suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak selamanya kita
dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah seperangkat alat yang bisa
saja tiba-tiba terjadi kerusakan ataupun error, yang dimana pada saat itu kita
tidak dapat lagi mengandalkannya, sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan
antara penggunaan secara manual dengan penggunaan teknologi.
E.KESIMPULAN
Semua hasil pengembangan IPTEK
khususnya dibidang teknologi informasi tersebut telah mampu mengatasi sebagian
besar masalah manusia dalam berbagai macam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup.
Di zaman yang modern ini semua serba instan, cepat dan tepat. Walaupun
demikian, penyalahgunaan IPTEK juga sering dilakukan oleh manusia yang tidak
bertanggung jawab dalam kegiatan kejahatan, dan bahkan merusak diri sendiri dan
sesama. Sebagai makhluk yang berakal budi, maka kita seharusnya mensyukuri dan
memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini untuk menjadikan hidup kita
ke arah yang lebih baik, Tuhan memberkati.
Komentar
Posting Komentar