BAB 1
Pendahuluan
Ekonomi teknik dapat dikatakan sebagai pengetahuan untuk mengevaluasi secara sistematik nilai bersih dari keuntungan yang diperoleh dari suatu usulan usaha atau usulan yang berhubungan dengan keteknikan (engineering proposal) dalam hubungannya dengan pengeluaran yang diperlukan atau investasi yang dibutuhkan.
Menurut Newman (1998), proses pengambilan keputusan yang rasional biasanya terdiri dari 8 langkah,yaitu :
1.      Pengenalan / identifikasi masalah.
2.      Pendefinisian tujuan.
3.      Pengumpulan data yang diperlukan.
4.      Identifikasi alternatif yang mungkin / layak.
5.      Pemilihan kriteria untuk menentukan alternatif terbaik.
6.      Penentuan hubungan antara tujuan, alternatif, data & kriteria è membuat model.
7.      Memprediksi hasil dari setiap alternatif, dan
8.      Memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.




BAB 2
Dasar Analisis Ekonomi

A.     PERSAMAAN AKUTANSI DASAR
Persamaan akutansi dasar berikut ini dijadikan dasar untuk pemilahan aliran uang dalam suatu analisis ekonomi.
Assets         è Barang bernilai uang yang dimiliki perusahaan.
Liabilities   è Barang bernilai uang yang dipinjam oleh perusahaan.
Ownership è Nilai yang dipinjam perusahaan dari stockholdernya (equities)

B.      EQUIVALENCE
Alternatif-alternatif yang diperbandingkan sedapat mungkin diperbandingkan dalam kondisi :
·         Memberikan hasil yang sama, atau
·         Mengarahkan pada tujuan yang sama, atau
·         Menunjukkan fungsi yang sama.
Penyamaan tersebut sulit untuk dimungkinkan dalam studi ekonomi, maka dibuat        dasar ekuivalensi berdasarkan :
·         Tingkat suku bunga
·         Jumalah uang yang terlibat
·         Waktu penerimaan/ pengeluaran uang
·         Cara pembayaran kembali modal yang diinvestasikan dalam penutupan modal awal.
C.      NOTASI & DIAGRAM CASH FLOW
Ketentuan :
1.      Garis horizontal è Skala waktu, bergerak dari kiri ke kanan.
2.      Anak panah è cash flow, Ke :  -    Bawah è pengeluaran (-)
-          Atas    è penerimaan (+)
3.      Diagram cash flow tergantung dari sudut pandang sipembuatnya ( sudut pandang peminjaman atau meminjamkan).

BAB 3
Perhitungan Tingkat Suku Bunga
A.     SINGLE PAYMENT

Sederhana :                                                                 I = (P) (N) (i)

Dimana :  I  = total bunga yang diperoleh / dibayarkan
                 P  = jumlah yang dipinjam / dipinjamkan
                 N = jumlah perioda terhitung
                  i  =tingkat suku bunga per perioda

B.      UNIFORM PAYMENT
Uniform payment adalah pembayaran dalam jumlah yang sama pada setiap akhir perioda selama N perioda waktu tertentu.

C.    CONTINOUS COMPOUNDING
Pada contoh-contoh sebelumnya, perhitungan suku bunga (interest) yang digunakan adalah discrete compounding, yaitu adanya sejumlahnya tertentu perioda perhitungan bunga pertahunnya. Misalnya, suku bunga 10% / tahun yang dibayarkan setiap 3 bulan ; artinya ada 4 perioda perhitungan bunga pertahunnya.
Pada continuous compounding ini, jumlah perioda perhitungan bunga pertahunnya tak terhingga. Jadi, bunga dihitung secara kontinyu.
Number of interest periods / year à ~

D.     NOMINAL & EFFECTIVE INTEREST
Untuk r à nominal interest rate per year [tingkat suku bunga tanpa mempertimbangkan pengaruh dari compounding]
Dan
Untuk i à effective interest rate per year (tingkat suku bunga tahunan yang memperhitungkan pengaruh dari compounding)

E.      ARITHMETIC GRADIENT
P = P’ + P’’ = A (P/A,I,N) + G(P/G,I,N)
F.       GEOMETRIC GRADIENT
 















BAB 4
Metoda-metoda dasar untuk membuat studi ekonomi

Ada 6 metoda dasar yang biasa digunakan dalam studi ekonomi, yaitu :
1.      Present Worth (PW)
2.      Annual Worth (AW)
3.      Future Worth (FW)
4.      Internal Rate Of Return (IRR)
5.      External Rate Of Return (ERR)
6.      Explicit Reinvestment Rate of Retrun (ERRR)

A.     PRESENT WORTH METHOD.
PW = Fo(1+i)0 + F1(1+i)-1 + F2(1+i)-2+……….+Fk(1+i)-k + FN(1+i)-N
Dimana : i   = suku bunga yang berlaku, per-compounding period.
                 k  = indeks untuk setiap compounding period (0 ≤ k ≤ N)
                 Fk = future cash flow pada akhir perioda k
                 N = jumlah compounding periods

B.      ANNUAL WORTH METHOD
AW = R – E – CR
Dimana : R  = pendapatan tahunan
                 E  = pengeluaran tahunan
                CR = capital recovery tahunan ( penembalian modal tahunan)
AW ≥ 0 è Layak
CR = P(A/P,i%,N) – S(A/F,i%,N)
Dimana : P = investasi awal proyek
                 S = nilai sisa pada akhir hidup proyek
                 N = waktu hidup proyek

C.      FUTURE WORTH METHOD
Future Worth Method dasarnya sama dengan Present Worth ataupun Annual Worth, hanya saja semua nilai ditariknya ke waktu future ( masa yang akan datang).

D.     INTERNAL RATE OF RETURN METHOD
IRR adalah nilai “i%” pada saat :
∑Rk (P/F,i%,k) = ∑Ek (P/F,i%,k)
                         Dimana : Rk = pendapatan / penerimaan bersih pada tahun ke-k
                                          Ek = pengeluaran bersih termasuk investasi pada tahun ke-k
                                          N = masa hidup proyek
E.      EXTERNAL RATE OF RETURN METHOD
 









∑Ek (P/F,e%,K) (F/P,i%,N) = ∑Rk (F/P,e%,N-K)
Dimana e è MARR
Bila I’ ≥ MARR è diterima dan sebaliknya.



Komentar

Postingan Populer